Aksi Solidaritas dengan Kamerad Anarkis Marco Camenish [Italia]

Pada tanggal 5 dan 6 Februari, digelar mobilisasi internasional dalam solidaritas dengan Marco Camenish.

Di Milan, demo dilakukan di luar istana Swiss [tempat lembagalembaga politik dan perdagangan, konsulat, kamar dagang, dan stasiu radio dan televisi nasional Swiss]. Sekitar 70 orang ambil bagian dalam demo tersebut.

Kemudian mobilisasi desentralisasi dimulai, yg memperlihatkan solidaritas dengan Marco dalam bentuk yg beragam: memasang beberapa spanduk [di jembatan dan lokasi lainnya] di wilayah utara kota, grafiti di sepanjang beberapa jalan utama menuju Swiss dan di beberapa bangunan yg terkait dengan kepentingan ekonomi Swiss, dan mengganggu markas asuransi raksasa Zurich.

Tujuan aksi ini adalah untuk memulai kembali dan memberikan kontinutas mobilisasi pembebasan Marco.

Mari terus memberikan tekanan pada kepentingan Swiss di Italia sampai Marco bebas.

*via Act for Freedom*

Posted in Aksi Solidaritas | Tagged , , , , , | Comments Off on Aksi Solidaritas dengan Kamerad Anarkis Marco Camenish [Italia]

Beberapa Berita Tentang Aksi Langsung di Belgia via Hors Service

Hors Service adalah jurnal anarkis dari Brussel. Dicetak dalam beberapa ribu eksemplar dan didistribusikan di jalanjalan Brussels. Sejak beberapa edisi, jurnal ini terbit setiap tiga minggu. Berikut ini adalah terjemahan berita mengenai aksi langsung dan serangan dari beberapa terbitan terakhir mereka.

Melampaui batasan, panjang umur pemberontakan – Sebagai respon untuk beberapa gerakan pemberontakan di Mesir melawan kekuasaan baru, untuk kebebasan dan akhir dari semua eksploitasi, kediaman duta besar Mesir, Fatma El Zahraa Ottman, di Brussel diserang oleh beberapa orang tak dikenal. Para penyerang memecahkan jendela, melemparkan cat di dinding bangunan dan membakar bagian depan bangunan, dan pergi sebelum polisi datang. Duta besar, representasi dari kekuasaan Mesir di Belgia, berada di dalam rumah saat serangan tersebut terjadi.

Kekhawatiran Pihak Keamanan Negara… – Pihak Keamanan Negara melakukan pendekatan kepada seseorang, memintanya untuk menjadi informan dan memberikan informasi tentang gerakan anarkis di Brussel. Orang tersebut menolaknya. Hal ini dipicu karena kekhawatiran pihak keamanan Negara terkait aksi pembakaran mobil milik eurocrats dan pesonil NATO di Brussel, yg plat nomor mereka mudah dikenali karena diawali dengan “EUR” atau angka “8”.

Bayang-bayang pemberontakan – Di Anderlecht, daerah Brussel, terjadi banyak sabotase dan perusakan implan listrik. Ini mungkin aksi kecil, namun pada kenyataannya, ini merupakan aspek penting dari kontrol masyarakat. Hal ini merupakan sudut pandang yg baik dengan cara menyerang jaringan listrik di manamana, karena kotak ini, dengan kabel, implan, dan trafo yg menggunakan sistem aliment, pabriknya kematian, instrumen untuk mengontrol, kuil konsumsi…

Dan bang! – Beberapa orang tak dikenal meledakkan jendela kantor polisi di Droixhe [Liège] menggunakan dua petasan yg sangat besar. Ledakan tersebut memecahkan jendela dan membuat polisi yg berada di dalam gedung merasakan ketakutan… Serangan ini dilakukan beberapa hari setelah polisi Brussel menembak Yacine, yg saat ini masih dalam keadaan koma.

Beberapa peristiwa & sabotase – Sukarela atau tidak, pers tidak menentukan, tapi bagaimanapun juga, beberapa wilayah di Brussel masih tetap melaksanakan lebih dari satu hari tanpa internet, televisi, dan telepon sebelum malam tahun baru. Ketergantungan terhadap teknologi dan fluks informasi terganggu sejenak.

Bravo! – Di Brussel, kantor organisasi untuk pencegahan [tindak kriminal] dan keamanan “Bravvo” hancur karena serangan pembakaran. Bravvo mengelola pencegahan, berpartisipasi dalam pecinta fanatik keamanan [misalnya dengan memberikan uang kepada orangorang yg memasang kamera CCTV di tokotoko atau rumah] dan bertanggung jawab atas “denda administrasi” untuk menghukum “perilaku anti-sosial”.

Merobohkan lima sipir penjara – Seorang narapidana di Saint-Gilles [Brussel] berhasil mengirim lima sipir penjara ke rumah sakit. Hal tersebut terjadi ketika para sipir ini mengantar sang narapidana ke komisi disiplin. Pukulan di wajah untuk semua orang yg menahan orang lain!

Mari menyerang kendaraan kapital – Di beberapa tempat di Brussel, Charleroi dan Liège, truk dan van milik korporasi yg berbeda dibakar. Pada kenyataannya ini adalah cara yg cukup mudah untuk merusak kaum kapitalis dan fungsi dari eksploitasi yg terjadi di kehidupan harian: mencari kendaraan mereka dan merusaknya.

[Diterjemahkan dari Hors Service, Jurnal Anarkis, n°32, 15 Februari 2013]

Menyalakan api – Tampaknya, beberapa orang tidak ditekan untuk pergi bekerja. Dalam waktu dua minggu, beberapa aksi pembakaran mengganggu jaringan metro di Brussel. Di sebelah Stasiun Selatan, kebakaran menghancurkan sistem teknis implan. Di Anderlecht dan Laeken, kebakaran menyabotase jalur dan lalu lintas. Mari hidup dengan cara yg lebih baik dalam kebebasan.

Api untuk penjara – Di depan penjara Andenne, beberapa ban dibakar sekitar pukul 9 malam hari di jalur kereta api yg terletak di sepanjang dinding penjara. Terdengar teriakan “kebebasan” dan “panjang umur revolusi” yg diikuti dengan kembang api. Lalu lintas kereta api terganggu, kekacauan total untuk para sipir penjara dan polisi. Polisi, dengan jumlah yg sangat banyak, langsung mendatangi tempat kejadian dan tinggal di sana selama beberapa jam untuk mencegah dan mengantisipasi indikasi gerakan pemberontakan.

Sabotase sebagai solidaritas – Di Bruxelles, beberapa mesin di lokasi konstruksi milik Eurovia disabotase oleh beberapa individu dalam perjuangan melawan pembangunan sebuah bandara di Nantes [Prancis]. Eurovia merupakan bagian dari grup Vinci yg ingin membangun bandara tersebut. Di beberapa tempat di Prancis, serangan, sabotase, dan aksi langsung dilakukan untuk menyerang konstruktor atau partisan dari proyek mengerikan ini.

Menyingkirkan yg tidak diperlukan – Di malam hari, gedung Belgacom [perusahaan telekomunikasi Belgia] di Ghent dibakar. Menyebabkan kerusakan yg sangat parah. Seorang juru bicara dari Belgacom menjelaskan: “Kerusakan yg diakibatkan kebakaran ini sangat parah. Ruang teknisi, dengan banyak komputer, telah hancur. Semua benda terbakar”. Beberapa kendaraan Belgacom yg diparkir di samping gedung juga hancur. Telepon dan internet di wilayah Gent mengalami gangguan, dan data jaringan bank dan ATM tidak dapat digunakan karena serangan ini.

[Diterjemahkan dari Hors Service, Jurnal Anarkis, n°31, 8 Januari 2013]

“Dulu di sana ada kantor polisi … sekarang sudah tidak ada lagi” – Di pagi buta, beberapa orang tak dikenal memecahkan jendela dan membakar sebuah kantor polisi di Hasselt. Api pun menghancurkan bangunan tersebut. Sekali lagi, serangan kecil seperti ini mampu menunjukkan kerentanan polisi. Ini hanya masalah saat dan tempat yg tepat untuk menyerang pelindung negara.

Pemberontakan di pusat penahanan – Kumpulan orang Klandestin yg dikurung di kamp deportasi Bruges memberontak: mereka membuat barikade di “ruang tamu” rusak dan kemudian terlibat bentrokan selama beberapa jam dengan polisi anti huru-hara. Kemudian, mereka menyalakan api, namun sayangnya petugas pemadam kebakaran cepat memadamkannya. Solidaritas dengan orangorang yg terus berjuang melawan penjara; tidak ada pemberontakan yg terisolasi di dalam pusat penahanan, penjara, sekolah, lingkungan.

Api untuk Kuilkuil konsumsi – Sebuah aksi pembakaran berhasil merusak pusat perbelanjaan di Antwerp. Api membakar bahanbahan kontruksi yg ada di sana.

Tidak ada pesta untuk yuppies – Sebuah diskotik baru yg sangat mewah, K-Nal, dibangun di samping kanal di Brussel, yg mana tidak diterima oleh semua orang di daerah ini karena penolakan terhadap negara masih sangat kental di sana. Pembukaan proyek mewah ini diwarnai dengan aksi pembakaran yg mampu menghancurkan bagian utama dari diskotik tersebut.

[Diterjemahkan dari Hors Service, Jurnal Anarkis, n°30, 7 Desember 2012]

*via 325*

Posted in Aksi Langsung | Tagged , , , | Comments Off on Beberapa Berita Tentang Aksi Langsung di Belgia via Hors Service

Pernyataan Sikap KONGRES PETANI OTONOM II, 10 Februari 2013 – Forum Komunikasi Masyarakat Agraris [Indonesia]

kongres petani otonom ii

Membayangkan dunia tanpa petani/pertanian sama seperti membayangkan hidup tanpa pangan. Demikian pula, membayangkan negara yang abai pada rakyat sama seperti membayangkan negara tanpa kedaulatan. Saat ini, angan-angan (imajinasi) gelap itu justru hendak diwujudkan oleh penyelenggara negara, dengan cara menjadi budak/antek-antek korporasi.

Atas nama pembangunan, negara dan perusahaan semakin gencar mengambil alih tanah petani. Atas nama kesejahteraan, petani secara perlahan dan teratur diubah menjadi buruh cadangan. Atas nama kepentingan umum, ruang hidup petani dipersempit bahkan dihilangkan untuk memperkaya segelintir konglomerat. Atas nama kemajuan, petani dikelabuhi untuk melepas hak hidupnya, melepas tanahnya, melepas pekerjaannya, melepas jatidirinya, melepas kehormatannya sebagai rakyat; sebagai manusia.

Apa yang tertulis dalam UUD 1945 (konstitusi) sama sekali bertolak belakang dengan apa yang terjadi dalam kenyataan. Tertulis bahwa: kedaulatan tertinggi berada di tangan rakyat, kenyataannya: kedaulatan negara dan bangsa berada dalam kendali konglomerat. Adalah fakta bahwa pemerintah bukan pelayan rakyat, melainkan hamba korporasi. Negara yang semula dimaksudkan sebagai alat untuk mengelola kekuasaan dan alat untuk mencapai kesejahteraan rakyat, kini justru beralih menjadi alat untuk melestarikan penindasan terhadap rakyatnya sendiri, alat bagi komplotan politik dan pemodal untuk menumpuk kekayaan. Di kampung bernama Indonesia ini, para pencuri menyamar menjadi tamu agung dan lancang mengatur tuan rumah pemilik sah kekayaan ibu pertiwi.

Hukum bukan lagi ruang di mana rakyat dapat menemukan keadilan, tetapi hukum menjadi pembenaran atas pelanggaran asas-asas keadilan. Saat ini, pemerintah mencanangkan pengurasan kekayaan alam Indonesia dan pengusiran terhadap penduduk yang dianggap menghambat perluasan modal, dengan produk hukum/kebijakan yang membenarkan tindakan tersebut, antara lain:

1. UU No 2 Tahun 2012 tentang Pengadaan Tanah Bagi Pembangunan untuk Kepentingan Umum
2. UU No 7 Tahun 2012 tentang Penanganan Konflik Sosial
3. UU No 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara
4. UU No 17 Tahun 2011 tentang Intelejen Negara
5. RUU Keamanan Nasional
6. PP No 32 Tahun 2011 tentang Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia 2011-2025

Sejarah Indonesia adalah sejarah konflik agraria yang berlangsung sejak jaman kolonial, dan berlanjut hingga kini. Konflik agraria belum selesai atau sengaja dirawat untuk mengukuhkan tatanan yang menguntungkan penguasa dan pengusaha. Dan, di dalam konflik agraria itulah, aksi-aksi kekerasan terhadap rakyat dilakukan oleh aparat negara dan dilegitimasi atas nama undang-undang. Kriminalisasi, teror, intimidasi, penculikan, dan penembakan terhadap petani/pejuang hak-hak rakyat adalah contoh nyata bahwa negara memilih menggunakan kekerasan dalam menyelesaikan masalah. Sementara, label kekerasan justru disematkan kepada rakyat yang dianggap menghambat masuknya modal, dengan dalih bahwa: aparat negara menjaga stabilitas keamanan (modal). Kekerasan juga dilakukan oleh elemen masyarakat dengan cara mendukung wacana ala negara dan korporasi, dengan slogan perjuangan: melawan tanpa kekerasan, agar rakyat tidak berbuat apapun ketika negara mengkhianati amanat rakyat. Tindakan rakyat untuk mempertahankan/merebut kembali hak-haknya bukanlah kekerasan, melainkan perjuangan sebagaimana perjuangan bersenjata para pejuang kemerdekaan di jaman kolonial.

Konflik agraria adalah tanda bahwa rakyat belum merdeka, bahkan bukan hanya rakyat, melainkan juga tanda bahwa negara telah kehilangan kedaulatannya. Kemerdekaan bukanlah kebebasan tanpa batas, bukan pula antikerjasama, kemerdekaan adalah lepas dari ketergantungan; berdaulat dalam mengambil keputusan; dan semangat untuk mengandalkan kekuatan sendiri.

Forum Komunikasi Masyarakat Agraris digagas, dirumuskan, dan dibentuk oleh komunitas-komunitas petani/masyarakat yang menjadi korban persekongkolan Negara dengan Korporasi atas sumberdaya agraria (ruang hidup). Dengan tema: Menuju Gerakan Akar Rumput yang Mandiri, FKMA ke-2 meletakkan kembali posisi rakyat di atas negara, dan meletakkan korporasi di bawah kendali negara. Dengan tetap waspada terhadap upaya-upaya perampasan sumberdaya agraria/pasar tanah, FKMA ke-2 menghasilkan butir-butir sebagai berikut:

1. Melawan segala bentuk penindasan dan ketidakadilan akibat kejahatan korporasi, negara dan persekongkolan keduanya dalam pengurusan sumberdaya alam/agraria, yaitu:

– Menolak latihan TNI dan ujicoba senjata berat oleh TNI/AD, pertambangan pasir besi di Kebumen.
– Menolak pertambangan pasir besi dan Jalur Jalan Lintas Selatan Jawa di Kulon Progo.
– Menolak pertambangan pasir besi dan PLTN, PLTU, di Bandungharjo dan Balong, Jepara.
– Menolak pertambangan karst dan pendirian pabrik semen di pegunungan Kendeng, Pati.
– Menolak privatisasi air tanah oleh Proyek Pengembangan Gas Jawa (PPGJ) di Kradenan, privatisasi air oleh PT Gendhis Multi Manis di Bentolo, dan pendirian pabrik semen di pegunungan Kendeng, Blora.
– Menolak rencana pertambangan pasir besi di Wotgalih, dan menuntut penghentian pertambangan sepanjang pesisir selatan Lumajang.
– Menuntut pemulihan hak hidup sepenuhnya korban LAPINDO dan bukan sekedar ganti rugi tanah dan bangunan dan penolakan pengeboran LAPINDO di Sidoarjo.
– Menolak penggusuran oleh Pemerintah Kabupaten Bantul dengan dalih Pelarangan Pelacuran menurut Perda No 5 Tahun 2007, di Parangtritis, Bantul.
– Menuntut pembubaran PTPN VII Cinta Manis dan menolak keterlibatan TNI/POLRI dan paramiliter (preman) dalam penanganan konflik agraria, di Ogan Ilir, Sumatera Selatan.
– Menolak pembangunan pabrik Aqua Danone dan Pembangunan Proyek Geothermal, di Padarincang, Banten.
– Menolak pertambangan pasir di Ciamis dan Tasikmalaya.

2. Menyerukan/mengajak semua elemen masyarakat sipil untuk mendukung perjuangan gerakan akar rumput menuju gerakan yang mandiri.

3. Memaksa pemerintah untuk menghentikan kriminalisasi serta membebaskan petani dan pejuang hak-hak rakyat dari tahanan akibat konflik agraria.

4. Memerintahkan kepada Presiden RI dan jajaran penyelenggara negara untuk mewujudkan hak-hak rakyat atas sumberdaya agraria/ruang hidup.

5. Menyerukan korporasi untuk menghentikan segala upaya perampasan/pengambilalihan lahan yang menjadi ruang hidup rakyat.

6. Mengecam keberpihakan TNI/Polri dan paramiliter pada korporasi dan menolak aksi-aksi kekerasan TNI/Polri dan paramiliter dalam penanganan konflik sosial.

7. Memerintahkan kepada segenap penyelenggara negara untuk tidak membuat atau mencabut kebijakan yang menjadi legitimasi bagi perampasan hak rakyat, terutama hak atas sumberdaya agraria.

8. Mengecam segala bentuk persekongkolan antar elemen masyarakat, seperti LSM, parpol, gerakan mahasiswa, organisasi masyarakat, organisasi keagamaan, institusi pendidikan/akademisi, media, dan sebagainya yang melemahkan perjuangan gerakan akar rumput/rakyat dalam memperjuangkan keadilan agraria.

9. Menyerukan solidaritas untuk kelompok-kelompok masyarakat yang terampas hak-haknya di seluruh dunia.

Yogyakarta, 10 Februari 2013

1. Kelompok Tani BERDIKARI, Sumedang
2. Urutsewu Bersatu, Kebumen
3. Paguyuban Petani Lahan Pantai (PPLP), Kulon Progo
4. Forum Silaturhmi Masyarakat Wotgalih (FOSWOT), Lumajang
5. Forum Nelayan (FORNEL) dan Persatuan Masyarakat Balong (PMB) Jepara
6. Serikat Petani Blora Selatan, Gerakan Rakyat Menggugat (GERAM) Blora
7. Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng (JMPPK) dan Sedulur Sikep, Pati
8. Serikat Petani Indonesia (SPI) dan Front Pemuda Rengas (FPR) Ogan Ilir, Sumatera Selatan
9. Aliansi Rakyat Menolak Penggusuran (ARMP), Parangtritis, Bantul
10. Suara Korban Lumpur LAPINDO/AL-FAZ, Sidoarjo
11. BALE RUHAYAT, Ciamis dan Tasikmalaya
12. Gerakan Rakyat Anti Pembangunan Aqua Danone (GRAPAD), Banten

*via note FB Forum Komunikasi Masyarakat Agraris [FKMA]*

Halaman Facebook FKMA: https://www.facebook.com/ForumKomunikasiMasyarakatAgraris

Posted in Berita Informal | Tagged , , , , , , , | 1 Comment

Aksi Solidaritas Untuk Anarkis Mesir [Melbourne – Australia]

melbourne, australia- aksi solidaritas untuk anarkis mesir

Tanggal 6 Februari di Melbourne, Australia, sekelompok kecil anarkis berkumpul di luar gedung Konsulat Mesir di Market St, CBD merespon seruan aksi solidaritas internasional dalam mendukung anarkis Mesir.

Pada tanggal 25 Januari saat protes untuk memperingati 2 tahun Revolusi Mesir dan protes yg terus berlanjut di harihari berikutnya; anarkis Mesir turun ke jalanan dalam jumlah yg sangat banyak dan untuk pertama kalinya membentuk Black Bloc di Kairo dan kotakota besar lainnya yg secara aktif menghadapu pasukan keamanan dan melindungi pengunjuk rasa lainnya secara fisik yg mendapat serangan dari pasukan keamanan dan beberapa pihak yg mendukung rezim penguasa.

Menggunakan batu dan bom molotov mereka dengan berani melawan kebrutalan pasukan keamanan, tidak hanya menginspirasi pengunjuk rasa di sana tetapi juga menginspirasi para anarkis dan insureksioner di seluruh dunia.

Respon ‘pemerintahan’ Mesir? Mereka menyatakan Black Bloc sebagai kelompok ‘teroris’ dan memerintahkan untuk menangkap siapa saja yg diduga terlibat dan menjadi bagian dari Black Bloc. Telah terjadi 18 penangkapan yg kami ketahui sejauh ini.

Ekstrimis agama di Mesir juga telah menyerukan untuk mengeksekusi anggota Black Bloc, dan menyebutkan bahwa terdapat ketentuan di dalam Al-Quran untuk berurusan dengan ‘bandit’.

Sebagai aksi solidaritas dengan kameradkamerad anarkis kami di Mesir, kami berkumpul di luar Konsulat Mesir dengan spanduk, benderabendera hitam, dan musik.

Meskipun ini adalah sebuah aksi simbolis berskala kecil, namun kami mampu menarik perhatian Kepolisian Victoria serta Kepolisian Federal Australia dan Staf Pelayanan Publik. Juga terlihat polisi yg menyamar dan seorang fotografer dari pihak kepolisian di sebuah gedung di seberang jalan, yg sangat mudah dikenali.

Sekali lagi, ini adalah aksi simbolis berskala kecil yg disatukan pada pesan yg sangat singkat … dan selalu ada aksi berikutnya!

Beberapa Anarkis Melbourne

*via Disaccords*

Posted in Aksi Solidaritas | Tagged , , , , , , , | Comments Off on Aksi Solidaritas Untuk Anarkis Mesir [Melbourne – Australia]

Klaim Tanggung Jawab Dua Aksi Langsung Untuk Mengenang Matías Catrileo [Chili]

Karena adanya masalah e-mail, media informasi anarkis, libertarian, dan anti-otoritarian belum menerima atau menyebarluaskan teks ini.

Dalam konteks “Pekan agitasi dan protes atas pembunuhan Matías Catrileo,” yg diserukan pada tanggal 1-10 Januari, kami mengganggu penjaga ketertiban [polisi] dari Parque Brasil Substation [wilayah selatan Santiago, Chili] dengan melemparkan bom suara ke dalam pusat represif, dan kami menggantung spanduk dengan slogan “Satusatu-nya Keadilan adalah Balas Dendam. Mengenang Matías Catrileo!!!” di keramaian mall Tobalaba, pusat konsumen dari masyarakat yg teralienasi.

Dengan asumsi kebutuhan untuk mengkoordinasikan diri antara kelompok individu dan kelompok afinitas dari tindakan sederhana untuk menguji kualitas dan kapasitas dan melampauinya, kami bersatu untuk memecah isolasi antara kelompok anti-otoritarian dan compas [kamerad], bertindak dan berdiskusi secara kolektif dari informalitas dan bereksperimen dalam bentuk praktek desentralisasi organisasi revolusioner, tanpa pemimpin atau bos dan berlandaskan otonomi horisontal.

Kami bertindak dengan motivasi ini, bertujuan untuk membuat tanda permusuhan terhadap penguasa yg merenggut nyawa kamerad kami dengan aksi dan katakata dari perspektif pemberontakan anti-otoritarian dan bukan dari korban tradisional. Ini berarti, bagi mereka yg melakukan tindakan ini, perjuangan otonomi serta agitasi dan permusuhan permanen terhadap kekuasaan.

Tapi, sebagai anti-otoritarian, bagaimana dan mengapa kami mengingat kawan kami yg telah dibunuh oleh musuh?

Jawaban yg kami buat secara kolektif adalah bahwa terus mengingat adalah bagian dari kesinambungan perjuangan dan konflik terhadap otoritas dan masyarakatnya. Memori ini adalah propaganda melalui tindakan, kami menunjukkan keinginan kami untuk terus menyebarkan tujuan revolusioner kameradkamerad kami yg dibunuh oleh penguasa dan/atau meninggal dalam aksi.

Pandangan ini adalah untuk mengingat kawan kami melalui aksi ofensif harian dengan gagasan untuk menciptakan perlawanan, tanpa menunggu suatu kondisi atau konteks tertentu, bertindak dalam kehidupan kami, setiap saat, di setiap hembusan nafas, dalam hubungan afinitas kami dan bagaimana kami memposisikan diri terhadap serangan kekuasaan/otoritas, mencari otonomi dalam kehidupan kami untuk memecahkan setiap jenis otoritas.

Kami menolak viktimisasi dan martirisasi dan dari kami sendiri dalam aksi ini, bukan hanya katakata belaka atau bahkan karena sebuah peluru yg menghujam mereka saat mereka mengkritik kekuasaan dari internet atau dari bar. Bagi kami ini adalah alasan untuk menyatu dengan hidup mereka sebagai pejuang, lebih dari dengan kematian mereka.

Kami bertindak dalam kesempatan ini sehingga kehidupan kamerad kami tidak siasia dan kematiannya tidak berada di tangan keadilan yg kita tahu selalu melindungi kedamaian dan ketenangan kekuasaan. Kami tidak mencari keadilan, kami menginginkan balas dendam dan imajinasi adalah sekutu kami dalam mencapai tujuan tersebut.

Kami menyerukan aksi solidaritas untuk tidak melupakan kameradkamerad yg dipenjara: Iván Silva, Carla Verdugo, Juan Aliste, Marcelo Villarroel, Freddy Fuentevilla, Alberto Olivares, José Miguel Sánchez, Henry Zegarrundo [Bolivia], Braulio Durán [Meksiko], Panagiotis Argiriou [kamerad asal Yunani dari kelompok Conspiracy of Cells of Fire yg berada dalam kondisi serius setelah terjatuh dari tempat tidur penjara di mana ia ditahan].

Salam untuk kamerad Diego Ríos, Hans Niemeyer, dan Felicity Rider, yg saat ini sedang dalam pelarian.

Afinitas tak terlihat untuk insureksi anti-otoritarian.
Invisible affinities for anti-authoritarian insurrection.

*via War on Society*

Posted in Aksi Langsung, Aksi Solidaritas | Tagged , , , , , , , , , , | Comments Off on Klaim Tanggung Jawab Dua Aksi Langsung Untuk Mengenang Matías Catrileo [Chili]